AC Milan Yakin Bisa Terhindar Dari Sanksi UEFA

0 Shares

Sejatinya, UEFA telah menjatuhkan vonis terhadap klub kebanggan Italia, AC Milan. Sanksi tentang larangan mentas di liga antarklub dunia selama 2 tahun serta kewajiban membayar sekitar 30 juta euro. Namun begitu, manegemen masih bisa mengupayakan agar sanksi ini dicabut oleh UEFA.

Kabar ini jelas akan membuat jajaran managemen, pemain dan tifosinya bahagia. Setidaknya, klub kebanggaan kota Milan ini bisa kembali membangun skuad timnya. Kemudian bisa berlaga dan mempersembahkan gelar-gelar prestis yang selama ini menjauh.

Banding adalah salah satu jalan yang ditempuh. Dan banding ini sejatinya dilakukan di 19 juli kemarin, namun keputusan akhir dari UEFA diundur. Setidaknya sampai 20 Juli nanti malam.

Bagaimana upaya yang dilakukan pihak management untuk membatalkan keputusan UEFA? Untuk selengkapnya, silahkan perhatikan aturan mainnya di bawah ini!

Alasan Penjatuhan Sanksi Larangan

Seperti yang diketahui sebelumnya bila AC Milan pindah tangan dari kepemimpian Silvio Berlusconi ke Yonghong Li. Dana segar diberikan untuk membeli saham mayoritas klub sebesar 300 juta Euro.

Dari dana tersebut, dana tambahan disuntikkan untuk membeli sejumlah pemain. Setidaknya, kurang lebih 11 pemain dibeli pada musim lalu.

Pembelian pemain ini sedikit banyak memberikan harapan bagi para penggemar. Terutama untuk memperkuat tim yang kian melemah di tangan pemilik sebelumnya.

Namun apa mau dikata, pembelian ini tidak lantas memberikan dampak besar bagi klub. Memang gaya permainan agak bagus. Dan klub raksasa Italia ini bisa mendapatkan tempat di liga Europa musim depan.

Masalahnya, pengeluaran yang dikeluarkan ini tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang didapatkan oleh klub di atas kepemimpinan pemilik baru, Yonghong Li. Bahkan, klub mengalami kerugian.

Parahnya, uang yang digunakan merupakan uang utangan dari Elliot. Dan pemilik baru tersebut tidak bisa membayar hutangnya.

Melihat klub sebesar itu tidak bisa menata keuangan dengan baik, lantas UEFA mengeluarkan sanksi tegas. Dan ini merujuk pada pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Cara Yang Dilakukan Untuk Membatalkan Sanksi UEFA

Ketidakmampuan Yonghong Li untuk memperbaiki keuangan dan klub lantas melengserkan tonggak kepemimpinannya. Kini, pemilik saham mayoritas dipegang oleh perusahaan keuangan asal Amerika Serikat, Elliot Management.

Awal baru ini jelas memberikan angin segar bagi klub. Dan langkah awalnya adalah mengajukan banding terkait sanksi yang diberikan pada klub.

Ada 3 cara yang dilakukan agar bisa terhindar dari hukuman FFP ini. Dan upaya ini sudah dilakukan diajukan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemarin. Dan pihak UEFA nampak sangat berhati-hati sehingga menunda keputusannya sampai 20 Juli 2018 malam.

Cara pertama untuk melunakkan sanksi UEFA adalah meyakinkan UEFA bahwa Elliot adalah perusahaan ternama di dunia seperti yang dikabarkan di laman Football Italia. Dengan cara seperti ini, UEFA akan mengambil keputusan dengan sangat hati-hati.

Bila UEFA salah mengambil tindakan, dikhawatirkan jika UEFA akan mendapatkan tuntutan. Tak heran jika jajaran UEFA harus mencermati segala hal sebelum memutuskan untuk memberikan sanksi.

Cara kedua adalah berdebat. Perdebatan ini merujuk kalau AC Milan kini tidak memiliki hutang sama sekali. Karena memang hutang sebelumnya didapatkan dari Elliot. Dan kini Elliot Managementlah yang memimpin.

Cara yang ketiga adalah meminta UEFA bersikap adil. Ini tak lepas dari banyaknya klub besar yang juga punya masalah lebih pelik dari Milan namun tidak dijatuhi sanksi. Contohnya adalah Inter Milan, Manchester City dan PSG.

Cara tersebutlah yang akan digunakan oleh pihak management. Dan keputusan final tentang sanksi atau pencabutannya akan dilaporkan UEFA di 20 Juli 2018 malam.

Leave a Reply